STIQ Al-Multazam  atau Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Multazam yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Husnul Khotimah telah resmi  diluncurkan. Acara peresmian ini merupakan rangkaian dari acara milad yayasan yang ke-16, dimulai dari hari Jum’at dengan Doa dan Dzikir bersama Ustad Rheza Rendy (Founder PPA) dan lomba internal. Lalu ditutup dengan seminar Internasional bersama DR Eldaw Awadelkarim Ali Babikr dari Sudan. Semua rangkaian agenda tersebut digelar di Kampus 1 Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam.

Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam serta Jajaran YPI Al-Multazam HK menekan sirine sebagai simbolis peresmian STIQ Al-Multazam

Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam serta Jajaran YPI Al-Multazam HK

Peresmian STIQ Al-Multazam dihadiri oleh banyak tamu undangan, mulai dari Prof. Achmad Satori Ismail, DR Muslih Abdul Karim, MA., KH DR. Surahman Hidayat (DPR RI), DR Mamat Slamet Burhanudin, M.Ag (Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam), MUI Kuningan. Dihadiri juga oleh Plt. Bupati Kuningan, Bapak Dede Sembada, ST., Polisi dan TNI serta segenap civitas akademika YPI Al-Multazam HK dari pembina yayasan, pengurus, kepala divisi dan seluruh SDM.

Acara dimulai dengan hiburan Marawis dari mahasiswa STIQ Al-Multazam. Selanjutnya diikuti sambutan-sambutan. Mulai dari DR Agus Setiawan selaku Ketua STIQ Al-Multazam. Dan dilanjutkan oleh KH Adin Nurhaedin, Lc., dengan suara yang tersedu sedan beliau sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung peresmian STIQ Al-Multazam. Beliau berharap suatu saat STIQ Al-Multazam akan menjadi Universitas Al-Quran Al-Multazam, sontak hadirin mengucapkan takbir.

Sejarah Singkat STIQ Al-Multazam

Selaku Kadiv Perguruan Tinggi, beliau tegaskan bahwa embrio STIQ sudah ada sejak lama dengan lembaga tahfidz yang telah melahirkan banyak penghafal al-Quran. Menjadi Sekolah Tinggi baru tercapai pada tahun 2018 setelah melalui perjalanan dari mulai tahun 2015. Beliau melaporkan untuk angkatan pertama STIQ Al-Multazam sudah menerima 90 mahasiswa, hingga saat ini sudah 25 orang selesai hafalan 30 juz. Untuk perkuliahan dilaksanakan setelah dzuhur sampai setelah maghrib. Dengan targetan mahasiswa hafal al-Quran 30 juz dalam kurun waktu 3 semester, 10 juz setiap semester. Untuk lokasi, kedepannya STIQ Al-Multazam akan bertempat di Desa Karangmangu dengan luas tanah (sekarang) 4 hektar, 3 km dari kampus Al-Multazam 1.

Sambutan dilanjutkan oleh Ketua YPI Al-Multazam HK, KH Abdul Rosyid, Lc., M.Ag. Tidak terlalu panjang, Plt. Bupati Kuningan, Dede Sembada, ST. melanjutkan rangkaian sambutan. Beliau menyatakan bahwa pemerintahan daerah (pemda) mendukung peresmian STIQ Al-Multazam di Kuningan. “Ini merupakan program pendidikan yang baru ada di Kuningan” ucapnya. Beliau juga bersyukur karena keberadaan STIQ Al-Multazam selaras dengan Visi Kuningan yaitu Mandiri, Agamis dan Sejahtera (MAS). Menurut Plt. Bupati Kuningan, pendidikan sangat penting untuk melahirkan manusia terampil, cerdas dan bertakwa. “percuma kita punya mahasiswa yang cerdas tapi culas” tegasnya.

Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam serta Jajaran YPI Al-Multazam HK dan tamu undangan menekan sirine sebagai simbolis peresmian STIQ Al-Multazam
Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam serta Jajaran YPI Al-Multazam HK dan tamu undangan menekan sirine sebagai simbolis peresmian STIQ Al-Multazam

Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, menutup rangkaian sambutan dengan ucapan selamat kepada YPI Al-Multazam HK atas peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al-Multazam dan kepada Kabupaten Kuningan karena memiliki Al-Multazam sebagai kepanjangan tangan dari visi MAS Kuningan. Menurut DR Maman Slamet Burhanudin, M.Ag, STIQ Al-Multazam memiliki cukup kriteria untuk menyelenggarakan sebuah sekolah tinggi. Beliaupun menutup sekaligus meresmikan dengan ucapan ‘basmalah’ dan secara simbolis menekan sirine bersama jajaran yayasan dan tamu undangan.

Sebelum berakhir, hadirin disuguhkan orasi ilmiah dari DR Muslih Abdul Karim, MA,. Orasinya mampu menggetarkan hati para pendengar, penonton terus diajak bertakbir dan berdzikir. Dengan mengusung tema Al-Quran, beliau memberikan tips 5T (tahsin, tahfidz, tafsir, tathbiq dan tabligh) kepada hadirin. Hingga akhir beliau terus membuka pemahaman terhadap al-Quran sebagai syafa’at kita di akhirat kelak. Penonton menikmati orasi ilmiahnya dan ditutup dengan doa.

Please follow and like us: